Last Updated on Wednesday, 30 December 2009 09:25
Written by Majalah T&t
Wednesday, 30 December 2009 09:18
Hot News
Hot News Kompetisi Tarif Murah
T&t - Hot News: Kompetisi tarif murah yang ditawarkan operator telekomunikasi diharapkan memberikan dampak pada kualitas hidup masyarakat.
Basa, demikian nama depan salah seorang pekerja di salah satu perusahaan EO (Event Organizer) di Jakarta. Sebelum adanya perang tarif di kalangan operator, spending budget Basa untuk pulsa kurang lebih sebesar Rp. 400.000 setiap bulan. Setelah pemberlakuan tarif murah, Basa hanya menghabiskan Rp. 150.000 setiap bulan untuk membeli pulsa dengan pola penggunaan yang sama dengan sebelumnya.
Artinya, untuk budget sama, pengguna seperti Basa akan lebih leluasa dan nyaman menggunakan telepon untuk voice, SMS, dan lain-lain. Aktifitas sehari-hari akan semakin terbantu.
Nama lain adalah Achong. Salah seorang yang cukup terbantu aktifitas sehari-harinya melalui penggunaan layanan voice dan SMS di ponsel. WNI (Warga Negara Indonesia) keturunan ini memanfaatkan ponsel untuk membantu ketika berjualan di KRL (Kereta Rel Listrik) Bogor-Jakarta.
Caranya, Achong yang memiliki pekerjaan tetap di Jakarta, setiap hari menggunakan KA Pakuan dari Bogor berangkat pukul 7 pagi dan turun di Stasiun Kota. Sebaliknya sore hari pukul 17.00 menggunakan kereta sejenis untuk kembali ke Bogor.
Sebagian besar komunitas KRL Pakuan sudah mengenal Achong sebagai salah satu pengguna KRL yang juga menyediakan makanan seperti: pastel, coypan, risol, bihun goreng, dan lain-lain untuk penumpang kereta AC itu.
Sebagian besar dari pengguna kereta tersebut telah menyimpan nomor Achong di phonebook nya masing-masing. Cukup telepon atau SMS ke Achong. Sebutkan saja makanan, gerbong tempat Anda duduk, berikut nomor kursinya. Maka Achong segera menghampiri Anda sembari mengantar makanan yang dipesan.
Demikian juga dengan salah satu tukang sayur keliling di perkampungan Jatimulya Bekasi. Selalu memanfaatkan ponsel untuk membantu aktifitas sehari-hari dalam berjualan sayur.
Dengan memanfaatkan ponsel, tukang sayur tersebut menerima order pemesanan sebelum dia berangkat dari rumah, bahkan sebelum dia belanja. Misalkan, ada ibu-ibu yang memesan cabai 1 Kg. Ada juga pembantu rumah tangga yang memesan bawang ½ kg dan daging 1 Kg. Juga ada yang memesan ikan bandeng 1 Kg, dll.
Sehingga dari rumah, pedagang sayur tersebut membawa bahan-bahan yang sudah di pesan, plus beberapa tambahan. Sehingga lebih efektif dan efisien.
“Dengan begini, di rumah ndak ada stok yang terbuang”, demikian menurut pedagang itu. Pulang dari keliling juga tak meninggalkan banyak bahan sisa di gerobak. Karena sebagian besar sudah direncanakan sesuai pemesanan.
Orang-orang di atas adalah contoh pengguna ponsel yang memaksimalkan ponsel untuk membantu mencari nafkah. Tentu akan semakin terbantu dengan maraknya ponsel dan tarif telekomunikasi yang semakin murah.
”Tujuan penerapan tarif murah bagi XL awalnya adalah agar semua masyarakat mendapatkan layanan telekomunikasi”, Febriati Nadira, Head of Corporate Communication PT XL Axiata Tbk.
Dengan keterjangkauan sampai ke seluruh Indonesia disertai dengan kualitas layanan, maka diharapkan masyarakat dari Sabang sampai Merauke dapat merasakan nikmatnya tarif murah.
”Selain tarif murah, XL juga menyediakan program bundling antara SIM card XL dengan ponsel murah”, lanjut Nadira.
Namun demikian, tarif murah yang diharapkan pengguna untuk semua operator bukan sekadar tarif promosi saja. Jika memungkinkan, tarif murah dalam jangka waktu yang lama. Juga tarif murah yang berlaku ke semua operator.
Jika semua itu dilakukan, maka pekerja kantor, pengguna kereta, tukang sayur keliling, dan semua masyarakat Indonesia akan semakin terbantu aktifitas sehari-harinya. Diharapkan usaha mereka semakin lancar. Dan kualitas hidup semakin meningkat.
(Richard, Foto: Agung)
breitling watches - link:http://www...
dkny watches - link:http://www.watc...
dkny watches - link:http://www.watc...
replica watch - link:http://www.wat...